Sunday, October 25, 2026
spot_img
HomePolitikMEP Minta Pertamina Jamin Pasokan BBM Jelang Natal dan Tahun Baru

MEP Minta Pertamina Jamin Pasokan BBM Jelang Natal dan Tahun Baru

Manado, MKS

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Michaela Elsiana Paruntu (MEP), meminta Pertamina memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM), terutama menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Hal itu disampaikan MEP saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulut bersama Pertamina dan instansi terkait, Senin (19/10/2026), di ruang rapat serbaguna kantor DPRD Sulut. Rapat tersebut membahas kelangkaan Pertalite dan solar yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

MEP yang juga bertindak sebagai koordinator Komisi II DPRD Sulut mengungkapkan, antrean di sejumlah SPBU mulai berkurang, meskipun kondisi tersebut belum sepenuhnya normal.

“Memang kami bersyukur, saat RDP ini dilaksanakan, antrean di SPBU sudah mulai berubah, walaupun belum semuanya. Persoalan antrean di SPBU ini menjadi masukan kepada kami hampir setiap hari,” ujar MEP.

Menurutnya, salah satu penyebab antrean yang membludak adalah pasokan BBM yang tidak masuk tepat waktu. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih karena informasi yang diterima DPRD menyebutkan ketersediaan BBM di Sulawesi Utara sebenarnya mencukupi.

MEP menjelaskan, berdasarkan informasi yang diketahui DPRD, persediaan Pertalite dan Pertamax diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama sekitar 16–18 hari, sedangkan solar mencapai sekitar 22 hari.

“Setahu kami, pasokan BBM di Sulawesi Utara informasinya tercukupi. Karena itu, kami perlu mengetahui apa yang sebenarnya menjadi kendala agar bisa memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

Ia menambahkan, dalam RDP tersebut turut dibahas berbagai faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi BBM, termasuk kendala transportasi laut dan kemungkinan dampak bencana alam.

Menurut MEP, persoalan pasokan BBM tidak hanya terjadi di Sulawesi Utara, tetapi juga dilaporkan di sejumlah provinsi lain. Karena itu, ia berharap kendala distribusi yang terjadi dapat segera diatasi secara menyeluruh.

MEP mengingatkan, kelancaran pasokan BBM menjadi semakin penting karena masyarakat akan menghadapi peningkatan aktivitas menjelang Natal dan Tahun Baru. Apabila distribusi kembali terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna kendaraan, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi daerah.

“Kita menghadapi November dan Desember. Apalagi pada Desember nanti banyak pergerakan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru. Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Ia pun meminta Pertamina menjelaskan langkah konkret yang disiapkan untuk menjamin ketersediaan BBM dalam beberapa bulan ke depan.

MEP secara khusus menyoroti kondisi solar yang menurutnya masih perlu mendapat perhatian, meskipun pasokan bensin mulai menunjukkan perbaikan.

“Kalau Pertalite dan Pertamax mungkin sudah teratasi, tetapi bagaimana dengan solar? Kira-kira solusi yang dilakukan hari ini bisa menjamin kondisi tetap aman ke depannya?” tanyanya.

MEP berharap Pertamina bersama instansi terkait dapat memastikan distribusi BBM berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, antrean panjang di SPBU tidak kembali terjadi serta aktivitas transportasi dan perekonomian Sulawesi Utara tetap berjalan lancar, terutama selama periode Natal dan Tahun Baru. (arfin tompodung)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments