Sitaro, MKS
Basarnas Manado membeber data korban jiwa banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang terjadi, Senin (5/1/2026). Bencana alam ini menerjang empat kecamatan di wilayah Siau.
Banjir bandang tersebut terjadi di Kecamatan Siau Timur
Kelurahan Bahu (Sondang), Kecamatan Siau Timur Selatan Kampung Sawang Bandil, Kecamatan Siau Barat meliputi
Kelurahan Paseng dan Kampung Bumbiha serta Kecamatan Siau Barat Selatan yakni Kampung Laghaeng dan Kampung Peling. Kejadian ini membuat rumahbwarga rusak berat akses jalan tertimbun material serta korban jiwa dan luka-luka.
“Kronologi kejadian sekitar Pukul 03.00 WITA, curah hujan sangat tinggi sehingga pada beberapa lokasi terjadi bencana banjir bandang yang mengakibatkan adanya korban jiwa, bangunan rumah dan akses jalan tertimbun material,” ungkap Humas Basarnas Manado Nuriadin Gumeleng.
Jumlah keseluruhan data sementara korban meninggal yang dibeber Basarnas Manado sebanyak 11 orang. Adapun rincian korban terdampak di Kecamatan Siau Timur Kelurahan Bahu (Sondang) Meninggal Dunia 7 orang yang masih dalam pendataan dan 5 orang masih hilang juga dalam pendataan.
Di Kecamatan Siau Barat masyarakat Kelurahan Paseng mengungsi 36 kepala keluarga atau 102 jiwa. Titik pengungsian mereka Gedung GMIST Bethbara.
“Di Kecamatan Siau Barat Selatan Kampung Laghaeng ada dua orang meninggal dunia 2 atas nama Rafles Kobis dan Hermina Maningide dan 1 orang masih hilang atas nama Azriel Tatambihe. Kampung Peling terdapat 2 orang juga meninggal dunia,” katanya.
Sebelumnya diberitakan media ini, Polres Sitaro membeber data korban terdampak banjir bandang. Untuk Kecamatan Siau Barat sebelumnya yakni 1 korban jiwa, 1 hilang dan 7 orang luka-luka. Sedangkan di Kecamatan Siau Timur, terdapat 6 korban jiwa, 18 luka-luka dan 1 orang belum ditemukan. Jumlah keseluruhan untuk korban jiwa Siau Barat dan Timur sebanyak 7 orang dan luka-luka 25 orang dan hilang 2 orang. Selain korban jiwa, banjir bandang juga merusak pemukiman warga dan gedung perkantoran termasuk Mako Polres Kepulauan Sitaro.
“Mako Polres Kepulauan Sitaro tertimbun material berupa batu, tanah dan kayu menutupi setengah Mako Polres. 50% Gedung Mako bersama fasilitas penunjang dalam keadaan tertimbun material,” ungkap Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi. (arfin)





