Minahasa, MKS
Gelombang perlawanan terhadap kekerasan seksual di tubuh Universitas Negeri Manado (Manado) berdatangan. Seruan kali ini dari Solidaritas Melawan Pelecehan Seksual (SMPS). Desakan untuk memecat oknum dosen inisial DM dan Satgas PPKT Unima mengencang.
Ketua Rayon Dewantara PMII Minahasa, Bila Midu yang turut tergabung dalam SMPS mengatakan, SMPS mengecam keras segala bentuk kekerasan seksual. Baginya, semua tahu bahwa Unima tidak lagi menjadi institusi yang aman untuk belajar, kini menjadi sarang pelaku kekerasan seksual. Dan yang menjadi puncaknya dari kasus kekerasan seksual ialah korban melakukan bunuh diri. Dari hal-hal ini pihaknya menuntut yang paling utama, kepada kementerian dan pihak kampus Unima untuk memecat Danny Masinambouw.
“Pecat Danny Masinambouw oknum dosen selaku pelaku kekerasan seksual,” ungkap Bila.
SMPS juga mendesak Unima untuk mengusut kembali seluruh laporan dan aduan terhadap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Selanjutnya endesak Polda Sulut untuk menindaklanjuti serta menyelesaikan kasus EM dengan sifat transparansi kepada publik.
“Pecat seluruh Tim Satgas PPKT Unima. Copot pejabat terkait yang terbukti lalai dan membiarkan laporan. Stop intimidasi terhadap jurnalis. Bubarkan BEM Unima dan BEM FIPP,” katanya.
Tuntutan lainnya dari SMPS dikatakan, Ridho Almuhit selaku Ketua Umum PMII Cabang Minahasa. Ia mengatakan agar mengevaluasi sistem penilaian dosen terhadap mahasiswa, hapuskan kebiasaan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi di lingkungan Unima. “Pembatasan segala bentuk pelayanan dan Administrasi, hanya di lingkungan kampus,” katanya.
Transparansi anggaran kemahasiswaan. Upgrade fasilitas kampus. Peningkatan kesejahteraan pegawai kampus yakni Satpam dan Cleaning Service.
“Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, atas perhatian dan tanggung jawab moral semua pihak kami ucapkan terima kasih,” ucapnya. (arfin)





