Tomohon, MKS
Tim dosen program studi agribisnis Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Kamis (4/9/2025). Dalam kesempatan itu, para dosen ini memperkenalkan mesin pencuci wortel yang merupakan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dengan adanya mesin pencucian ini diharapkan bisa meningkatkan produksi pertanian.
Kegiatan tersebut adalah bagian penting dari Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun 2025 yang didapatkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Katolik De La Salle Manado.
“Adapun fokus utama kegiatannya adalah pemberdayaan petani untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi melalui inovasi mesin pencuci wortel, di Kelurahan Rurukan Kota Tomohon,” kata Dekan Fakultas Pertanian Unika De La Salle Manado, Dr Karen Pontoan.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen yang terdiri dari Dr Karen Alfa Pontoan selaku ketua tim pelaksana serta Elia A Manuhutu STP MSi dan Dra Thresia S Polan MSi sebagai anggota tim, turun langsung ke lapangan. Tim ini dibantu juga oleh mahasiswa program studi agribisnis.
“Sejalan dengan itu, hal yang dilakukan adalah bagaimana implementasi teknologi mesin pencuci wortel dilaksanakan atau dipraktekkan oleh masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Esa Genang Leos Rurukan Tomohon, selaku mitra strategis tim pengabdian kepada masyarakat, di mana hal ini bertujuan untuk membantu efisiensi proses pencucian wortel. Sebagaimana kita tahu, Rurukan adalah juga penghasil wortel yang berkualitas,” kata Pontoan.
Lanjut Pontoan, dalam konteks pengembangan kualitas hasil pertanian, melalui pemanfaatan mesin pencuci wortel maka terjadi penghematan penggunaan air dan waktu pencucian menjadi lebih singkat. Dengan demikian berdampak pada peningkatan kapasitas produksi wortel di Rurukan.
“Di sisi yang sama, pelatihan dan pendampingan ini juga dilaksanakan untuk membantu mitra yakni kelompok tani Esa Genang Leos Rurukan, dalam upaya peningkatan nilai tambah wortel, yang dihasilkan melalui penerapan teknik pengemasan baik dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” jelas dekan.
Tim dosen Program Studi Agribisnis ini juga memberikan pelatihan terkait penerapan strategi pemasaran untuk peningkatan daya saing dari produk-produk yang dihasilkan oleh mitra. Kegiatan pemberdayaan ini boleh memberikan manfaat yang besar kepada mitra sebagai suatu kelompok.
“Dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Kota Tomohon,” harapnya.





