Manado, MKS
Ketua Pansus RPJMD Provinsi Sulut 2025-2029, Louis Schramm mempertanyakan terkait dengan lonjakan angka di Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut. Ia mempertanyakan hal mendesak apa yang bakal dilakukan sehingga perlu menaikkan anggaran tersebut.
Adapun dalam pemaparan Dinas Kebudayaan pada pembahasan, Jumat (1/8/2025), di ruang rapat paripurna DPRD Sulut memperlihatkan lonjakan anggaran yang signifikan. Pada tahun 2026 Rp8,7 miliar, Tahun 2027 Rp18,07 miliar, Tahun 2028 Rp19,42 miliar, Tahun 2029 Rp20,9 miliar dan Rp22,7 miliar (2030). Lonjakan tajam, terutama antara 2026 dan 2027 mencapai lebih dari 100 persen.
“Kenaikan dari Rp8 miliar ke Rp18 miliar bukan angka kecil. Kita ingin tahu, apa yang membuat kebutuhan ini begitu mendesak?” tanya Louis Schramm dalam pembahasan RPJMD.
Kadis Kebudayaan Provinsi Sulut, Jani Lukas mengatakan, tambahan anggaran selaras dengan peningkatan target indikator kinerja. Seperti partisipasi masyarakat dalam pengembangan budaya yang ditargetkan naik drastis dari skor 1,82 (2026) menjadi 5 (2027). Jumlah sejarah lokal yang dilestarikan meningkat dari 1 menjadi 5 serta peningkatan presentasi kesenian tradisional dari 19,25 menjadi 29,4





