Manado, MKS
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Cindy Wurangian, menyoroti persoalan kekurangan tenaga guru yang masih terjadi di hampir seluruh sekolah di Sulut.
Hal itu disampaikannya saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulut bersama Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Senin (19/10/2026), di ruang rapat Komisi IV DPRD Sulut.
Cindy mengungkapkan, berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan, hampir semua sekolah yang dikunjungi menyampaikan keluhan mengenai kekurangan tenaga pengajar.
“Saya rasa 99 persen sekolah yang kami kunjungi semua teriak kekurangan guru. Tidak ada yang bilang guru cukup, cuma ada satu sekolah,” ungkap Cindy.
Ia menyebutkan, SMK Negeri 4 menjadi satu-satunya sekolah yang tidak menyampaikan keluhan kekurangan guru. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang ditemui selama kunjungan lapangan.
“Selain dari itu, keseluruhan sekolah ini kekurangan guru,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar ini meminta Dinas Pendidikan Daerah Sulut memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang ditemukan di lapangan tersebut. Menurutnya, keluhan kekurangan guru bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menjadi masalah nyata yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Bagaimana Dinas Pendidikan yang menjawab atau mencari solusi terhadap masalah-masalah riil ini yang ada di lapangan, yang sudah kita temukan dan kita dengar dari waktu itu, terus yang dikeluhkan,” ujarnya.
Selain menyoroti kekurangan tenaga pengajar, Cindy juga meminta penjelasan terkait penerapan kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah Sulut.
Ia mempertanyakan bagaimana kebijakan kurikulum tersebut dirancang dan diterapkan oleh Dinas Pendidikan Daerah, sehingga dapat memperoleh kejelasan mengenai pelaksanaannya di satuan pendidikan.
“Yang terakhir, kurikulum muatan lokal. Seperti apa ini, Pak Kadis? Mohon penjelasan,” pungkasnya. (arfin tompodung)





