Manado, MKS
Ketua KSPSI-AGN PPMI Sulawesi Utara (Sulut) Tommy Sampelan mengapresiasi DPRD Sulawesi Utara (Sulut) yang menerima aspirasi serikat buruh Koalisi Indonesia Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) Sulut, Kamis (10/9/2026), di kantor DPRD Sulut. Tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa berkaitan dengan beberapa usulan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang sementara dibahas di DPR RI.
“Ini adalah sebuah kebangkitan demokrasi kita. Gedung yang besar ini dihuni oleh para wakil rakyat yang tidak anti demokrasi. Justru di sini kami melihat mereka dengan cepat merespons ketika para buruh dan pekerja menyampaikan aspirasi,” kata Sampelan.
Lanjutnya, poin-poin tersebut sudah mereka sampaikan dan dengan jiwa besar DPRD sudah menandatangani. Baginya, ini menunjukkan bahwa ada kepedulian. Tetapi yang terpenting adalah mereka ingin supaya ketenagakerjaan para pekerja buruh memiliki rasa keadilan dan kepastian.
“Kita mulai dari Sulawesi Utara, tetapi hari ini seluruh Indonesia bergerak dan Sulawesi Utara menyuarakan hal tersebut. Ini kan sudah menjadi keresahan umum,” ujarnya.
Ia juga menyentil soal pengusaha hitam,l. Baginya, muncul berbagai kasus di mana para buruh dan pekerja dirugikan. Mereka bermain dengan oknum-oknum yang ada di Dinas Tenaga Kerja.
“Kami akan terus menyuarakan ini. Bahkan bukan tidak mungkin kami akan membuka persoalan ini secara umum melalui media, sehingga pada akhirnya ada efek jera.
Tetapi sebetulnya ini jelas, bahwa pemerintah harus berani melakukan penegakan hukum. Tidak bisa lagi berkompromi untuk hal-hal yang sebetulnya merugikan banyak orang, termasuk menyangkut nasib pekerja dan buruh,” tegasnya.
Adapun kedatangan pengunjuk rasa diterima Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter, Anggota Dewan Nick Lomban dan Amir Liputo. (arfin tompodung)





