Manado, MKS
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) mengorek masalah warga negara asing (WNA) yang sering masuk dalam jumlah banyak di Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi Manado. Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut pun dipertanyakan.
Persoalan tersebut digali Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Cindy Wurangian. Anggota dewan provinsi (Deprov) Partai Golkar ini mengatakan, dirinya mendapat pertanyaan dari masyarakat terkait WNA yang masuk lewat bandara dengan jumlah signifikan.
“Masyarakat bertanya dan saya tidak tau mau merespon seperti apa. Kalau kita pergi ke bandara torang sering lihat banyak sekali, hampir satu pesawat full dan isinya orang asing. Katanya mereka tenaga kerja, apakah dalam pantauan Disnaker,” ujar Cindy dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IV dengan Disnakertrans Sulut, belum lama ini, di ruang rapat Komisi IV.
Lanjut Cindy, barangkali mereka hanya transit di Manado namun pemandangan ini terjadi hampir sering. Ditambah lagi datang dengan jumlah yang begitu banyak.
“Mungkin mereka hanya singgah transit atau sperti apa tapi sangat rutin dan frekuensinya sangat tinggi. Apakah Disnaker memantau hal ini dan sperti apa ceritanya,” tanya wakil rakyat daerah pemilihan Minut-Bitung ini.
Kepala Disnakertrans Sulut, Noldy Salindeho mengatakan, kedatangan warga asing karena Sulut memang salah satu daerah transit untuk daerah-daerah yang menyerap tenaga kerja asing sehingga dampaknya seperti itu. “Mereka satu malam mereka transit di Sulut, sehingga ada satu hotel yang biasa mereka nginap satu malam dan penempatan di Weda, IWIP dan sebagainya,” ujar Salindeho. (arfin tompodung)





