Sunday, February 15, 2026
spot_img
HomePolitikSopir Mikrolet Pasar 45-Tuminting Datangi DPRD Sulut Keluhkan Masalah Lalin di Jalur...

Sopir Mikrolet Pasar 45-Tuminting Datangi DPRD Sulut Keluhkan Masalah Lalin di Jalur Mereka

Manado, MKS

Usai demonstrasi sopir angkutan umum Manado di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (29/1/2026), sejumlah perwakilan dari sopir mikrolet trayek Pasar 45-Tuminting secara khusus menemui anggota dewan, Amir Liputo. Mereka menyampaikan aspirasi yang belum sempat tersampaikan saat unjuk rasa. Keluhan itu menyangkut masalah lalu lintas (lalin) di jalur mereka yang kerap menyebabkan kemacetan.

Para sopir mikrolet ini diterima berdiskusi dengan anggota DPRD Sulut, Amir Liputo, di ruang rapat Komisi 3 DPRD Sulut, Kamis (40/1). Mereka saat itu menjelaskan berbagai persoalan yang menjadi penyebab kemacetan di wilayah mereka, seraya menampik anggapan yang menyebut mikrolet jadi penyebab kemacetan. Salah satunya masalah parkiran tak beraturan di kampung china yang bentuknya sudah seperti huruf V.

“Parkir parkir bongkar barang di sepanjang jalan kampung china. Ada penumpang untuk turun di kampung china itu sudah setengah mati karena parkiran sudah double. Ada yang parkir begini (sambil memperagakan, red), yang satu juga sudah pakir double di badan jalan,” kata Abdul Ajis dari sopir mikrolet.

Lanjutnya, di jalur jumbo trotoar sudah lebar sehingga parkiran di situ sudah agak mepet. Kejadian pada Desember 2025 ada pembatasnya di jalur itu tapi hanya sekedar dipasang dan tidak ada petugas yang mengatur.

“Di hari-hari tertentu terutama di hari kapal di jalan pelabuhan agak macet walaupun yang kita tahu di pelabuhan baru itu ada anggota yang standby tapi memang kalau cuma satu atau dua orang, setengah mati di situ karena memang macet skali l. Kita terkadang mau jadi kles (selisih, red) dengan buru bagasi karena buru bagasi terkadang antar barang itu lawan arah dengan roda,” ujarnya.

Mereka juga meminta agar bus trans Manado kiranya menjadi perhatian pemerintah sebab sejak beroperasinya, pendapatan sopir mikrolet menurun.

“Siapa yang tidak mau Manado maju cuma untuk bus adakan dulu koridormya seperti di Makassar. Karena di jumbo itu kita berharap penumpang ke Kalimas. Kita berharap tidak lebih, Rp12 ribu itu kita jalan ke Kalimas,” ungkapnya.

Anggota dewan Amir Liputo mengapresiasi aspirasi yang disampaikan para sopir mikrolet trayek Pasar 45 – Tuminting. Dirinya beranggapan aspirasi yang disampaikan sudah cukup bagus. Amir kemudian membacakan tanggapan masyarakat dari poling yang dia buat terkait dengan persoalan sopir mikrolet.
Adapun respon masyarakat di antaranya agar kiranya sopir mikro bisa menggunakan seragam, memperbaiki kenyamanan dan kebersihan mobil serta meminta sopirnya tidak mengonsumsi alkohol saat mengemudi.

“Habis terima demo saya bikin poling di facebook saya ini minta maaf, poling di masyarakat ini supaya kalian juga ada masukkan, saya tidak tambah tidak kurang,” ucapnya. (arfin tompodung)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments