Manado, MKS
Sekretaris Komisi 3 DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Yongkie Limen mengkritisi program
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sulawesi I. Ia menilai bantuan pemerintah itu tak sepenuhnya bantu rakyat.
“Ini pemerintah cuma stenga bantu. Dapat dimana rumah Rp20 juta, itu hanya jadi kandang ayam,” kata Yongkie saat RDP Komisi 3 dengan Balai P3KP Sulawesi I, Selasa (27/1/2026) di ruang rapat komisi.
Dirinya juga sempat mempertanyakan model seperti apa yang akan jadi rumah tersebut. Selain itu ia menegaskan agar kesiapan dari pemilik rumah yang akan dibantu harus dipastikan karena ini selain bantuan Rp20 juta, sisanya merupakan swadaya yang akan dibantu.
“Kalau dia bilang saya siap (untuk swadaya) dan ternyata di lapangan dia tidak mampu itu bagaimana, makanya jelaskan dulu yang Rp20 juta itu (model rumahnya, red) bagaimana,” ujar Limen.
Arno Sondey selaku Kasi Wilayah 1 Balai P3KP Sulawesi 1 mengatakan, sebelum bantuan diberikan pihaknya akan melihat dulu kondisi rumah dan kemampuan swadaya dari pemilik. Bantuan ini menurutnya, hanya peningkatan kualitas rumahnya saja.
“Kita lihat rumah ini misalnya sudah bagus tapi di dalam tidak ada ring balok dan lainnya yang itu kita pertimbangkan. Kita identifikasi awal dulu item apa yang bisa kita bantu. Awalnya kalau rumah papan dan kita bangun beton. Rp20 juta itu kita tekankan bagian luar rumah dulu. Rp20 juta itu juga kita gunakan bahan lama yang masih bisa digunakan. Swadaya itu biasanya ada tabungan dari pemilik atau ada keluarganya yang bisa membantu,” kata Arno seraya menambahkan, model standar bantuan ini ditambah dengan swadaya sebenarnya model rumah tipe 36. (arfin tompodung)





