MANADO, MKS
Progres pembersihan eceng gondok di Danau Tondano mendapat perhatian Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus. Harapannya ke depan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bisa intens melakukan patroli untuk mengontrol penyebaran tanaman gulma air tersebut.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulut Yulius Selvanus saat mengunjungi Danau Tondano, Rabu (5/3/2025). Dirinya mengungkapkan, ketika prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah selesaikan tugasnya, pemerintah kabupaten bisa melanjutkan tugas dengan memelihara Danau Tondano. “Eceng gondok ini gampang sekali bertumbuhnya, jadi saya minta pemerintah kabupaten rutin patroli untuk menjaga penyebaran eceng gondok ini,” tegasnya.
Proses pembersihan eceng gondok di Danau Tondano ini menurutnya, akan berjalan selaras dengan visi misi Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
“Saya yakin ke depan Danau Tondano bisa menjadi lebih indah sesuai visi misi kami saya yakin ini akan menjadi seperti Danau Tiberias. Nanti untuk pariwisata kita buat tempat-tempat wisata unggulan di sana,” ujar Gubernur Sulut.
Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Braien Waworuntu yang turut mendampingi Gubernur Sulut, mengapresiasi kinerja prajurit TNI. Mereka disebutnya tak kenal lelah bekerja membersihkan eceng gondok di Danau Tondano. “Karena eceng gondok ini sebarannya kurang lebih hampir 300 hektar dan kalau dikerjakan setiap hari bisa kurang lebih 3 bulan selesai,” kata politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut.
Diketahui, pada program TNI Manunggal Memelihara Danau Tondano tersebut terdapat sejumlah unit alat bantuan dari Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto. Didalamnya yaitu berupa 6 unit Ponton dan 3 unit Konfeyer Darat. Ponton tersebut diketahui bisa memuat eceng gondok sebanyak 300 sampai 400 kilogram. (arfin tompodung)





