BOLMONG, MKS
Gerak sosialisasi dan pendidikan pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 terus Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow (Bolmong). Salah satunya dalam upaya meminimalisir terjadinya konflik di masyarakat pada hajatan pesta demokrasi November nanti.
KPU Bolmong pun menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Dalam Rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Tahun 2024 Berbasis Segmentasi Daerah Rawan Konflik, Kamis (8/7/2024), Desa Pusian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong. Kegiatan dibuka Anggota KPU Bolmong, Yohanes Tumengkol. Dalam sambutannya, Koordinator Divisi Bidang Hukum dan Pengawasan ini mengatakan, penting untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Terutama untuk segmen daerah rawan konflik. Alasan dirinya memilih Kecamatan Dumoga karena juga setiap pemilihan, daerah ini kerap terjadi konflik.

Untuk itu dirinya berharap kepada masyarakat yang terundang sebagai peserta, ketika mengikuti kegiatan tersebut bisa memahami materi yang diberikan. Kemudian bisa menjadi jembatan untuk meneruskannya sehingga Pilkada bisa dilewati dengan aman dan damai. “Saya berharap saudara-saudara, bapak ibu sekalian bisa menyampaikan kepada keluarga dan kerabat agar pilkada bisa berjalan dengan aman dan baik,” ungkap Tumengkol.
Pemateri dalam kegiatan ini, Anas Yuliadi Nurdin menjelaskan tentang asas dari pemilu. Dirinya mengatakan, mengapa harus berkonflik ketika pelaksanaan pemilu. Padahal kita harus berpikir bagaimana daerah Bolmong bisa sejahtera, aman dan nyaman.
Dirinya pula menjelaskan bagaimana cara menjaga hubungan baik meski beda pilihan pada pilkada 2024. Disampaikannya, meski beda pilihan pertama harus mampu menghargai perbedaan pendapat. Kemudian menjaga komunitas yang terbuka, fokus pada persamaan, menjauhi provokasi politik, mencari pemimpin pemersatu dan mengambil pelajaran dari konflik.

Ia menegaskan, beda pilihan bukan berarti harus memutuskan persahabatan. Menurutnya, kita harus fokus pada satu persamaan walau kita berbeda keinginan karena semuanya tentu ingin hidup dalam damai dan sejahtera. “Kita ingin hidup yang indah bukan bertengkar. Karena pada saat perbedaan dan berujung konflik kita tidak akan hidup dalam kehidupan yang indah, aman. Mari kita berpikir kita ingin hidup untuk bahagia dan damai. Hidup untuk senang dan bukan tidak nyaman,” ucapnya.
Koordinator Divisi Teknis, Alfian Pobela berharap, ke depan tidak ada lagi daerah rawan konflik. Menurutnya, pilkada berbeda dengan pemilihan calon legislatif. Dalam pemilihan legislatif banyak yang terpilih sehingga gesekan tidak terlalu tinggi, sementara dalam pilkada hanya satu yang terpilih yang membuat gesekan sangat tinggi. “Maka kami berharap pada pilkada kali ini bisa terlaksana dengan aman,” kata Pobela.
Dirinya pula turut memberikan materi terkait dengan tahapan pencalonan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bolmong. Ia menerangkan mengenai partai yang bisa mengusung dalam Pilkada bupati dan wakil bupati nanti, sesuai dengan kursi yang dimiliki. (Advertorial)





