Manado, MKS
Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRD RI) Felly Runtuwene turun ke daerah pemilihan (dapil) menemui masyarakat. Legislator dapil Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini ikut menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk menyosialisasikan pentingnya pekerja memproteksi diri dengan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Ini dalam rangka kunjungan dapil, kami bawa salah satu mitra kerja kami yaitu BPJS ketenagakerjaan,” kata Felly Runtuwene saat kegiatan Sosialisasi tentang jaminan sosial ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagakerjaan, Senin (22/6/2026), di GBI Marina Plaza Manado.
Menurutnya, masalah ketenagakerjaan perlu disampaikan kepada masyarakat agar mereka mengetahui bahwa pemerintah atau negara telah menyiapkan jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, kalau informasi ini tidak sampai kepada masyarakat, tentu mereka tidak akan menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan.
“Kalau mereka sudah jadi peserta tentu mereka punya harapan yang lebih besar ke depan karena kita tidak tahu kalau terjadi kecelakaan. Kalau kecelakaan ada jaminan. Ada jaminan yang akan dibayar pemerintah berapa pun biayanya, biaya rumah sakit. Jadi bukan BPJS kesehatan tapi BPJS tenaga kerja,” kata Felly.
Bagi Felly, kecalakaan tidak akan pernah kita tahu bilamana terjadi. Kematian juga merupakan bagian dalam kehidupan manusia yang pasti terjadi.
“Ibarat kalau kita naik kereta ada station yang harus kita berhenti begitu juga kehidupan kita ada suatu waktu kita tidak ada lagi di dunia. Paling tidak kita, untuk keluarga yang kita tinggalkan ada jaminan yang sudah pasti yang akan mereka terima kalau itu terjadi. Kalau mereka menjadi anggota tiga tahun berturut-turut dan ada anak yang harus dibiayai untuk kuliah ada jaminan untuk mendapatkan beasiswa bagi dua anak mereka. Jadi apakah itu supir tukang kebun kostor dan lain sebagainya. Jadi mereka bisa menikmati progam yang bagus yang sudah disediakan pemerintah,” kata mantan Anggota DPRD Provinsi Sulut ini.
Lanjut Felly, dirinya pernah menyerahkan lebih dari Rp700 juta yang mereka mengikuti lima program BPJS Ketenagakerjaan. Namun menurutnya dengan dua program saja, sudah ada jaminan bagi kecelakaan kerja untuk kematian dan beasiswa bagi anak.
“Hanya dua program dan perbulan hanya Rl16.800. Bisa dishare ke warga karena mereka tidak tahu. Ini Rp16.800 perbulan untuk mendapat kan Rp42 juta kalau mereka meninggal, ada penyangga keluarganya. Meninggal ini kalau tabung bisa 200 tahun lebih baru dapat Rp42 juta. Tapi pemerintah sudah menyiapkan ini untuk pekerja Indonesia. Jadi mari sampaikan kepada masyarakat untuk menjadi peserta BPJS tenaga kerja,” tuturnya. (arfin tompodung)





