Surabaya, MKS
Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jawa Timur, di tahun 2026 telah merancang dan melaksanakan Lomba Kreativitas Siswa se-kota Surabaya, Selasa (31/3/2026) untuk bidang angklung dan kolintang secara kolaborasi. Pelaksanaannya digelar di SD Alfa Omega Surabaya Jawa Timur.
Selain lomba kolaborasi kolintang dan angklung, beberapa rangkaian lomba juga dilaksanakan seperti band, paduan suara, ludruk, drama musikal, samrah, baris berbaris kreasi, gerak dan lagu 7 kebiasaan anak Indonesia hebat.
Dalam pelaksanaan lomba kolaborasi kolintang-angklung yang menjadi pengadil adalah seniman, akademisi dan praktisi seni. Di dalamnya yakni Senyum Sadhana MPd, Andi Wira Sujana dan Ambrosius M Loho MFil. Juara satu diraih SD Kristen Petra 7, juara dua SD Muhammadiyah 6 dan juara tiga SD Katolik St. Yosef. Kemudian harapan satu diterima SD Negeri Tanah Kali 2 Kedinding, harapan dua SD Negeri Rungkut Kidul 2 dan harapan tiga SD Muhamadiyah 16.

Ambrosius M Loho yang adalah praktisi kolintang mengatakan, menjadi sorotan menarik baginya yakni kolaborasi angklung dan kolintang yang dalam catatan pegiat Kolintang di Surabaya, ini pertama kali dilaksanakan. Tahun sebelumnya diadakan lomba angklung, bahkan mungkin juga tahun-tahun sebelumnya diadakan lomba bertajuk musik tradisional lain. Namun di tahun ini, dilombakan salah satunya kolintang dan angklung secara kolaboratif.
“Dalam kerangka yang sama, terselenggaranya lomba ini, terasa sangat special, karena bukan sesuatu yang kebetulan, lomba kreativitas siswa ini, turut menguatkan pencapaian Kolintang yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Di mana pada tahun 2024, kolintang telah mendapatkan sertifikat dari UNESCO, yang diprakarsai oleh PINKAN Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan beberapa komunitas,” kata Loho yang juga menjadi juri dalam lomba kolaborasi angklung-kolintang tersebut.
Ia menambahkan, dalam konteks umum secara sederhana, kolaborasi seni adalah ketika berbagai jiwa kreatif berkumpul untuk menciptakan sesuatu yang artistik. Ini adalah perjalanan bersama dimana berbagai bakat, perspektif dan ide digabungkan untuk menciptakan karya tunggal yang tidak mungkin dicapai oleh siapa pun sendirian.
“Anggap saja sebagai percakapan kreatif, dimana setiap peserta membawa suara unik mereka ke dalam ekspresi kolektif,” ungkapnya.
Lanjut Loho, dalam realitas saat ini, kita yang semakin sadar akan bagaimana hidup dan apa yang kita tinggalkan, kolaborasi dan berkolaborasi dirasa menjadi sangat bermakna ketika dikaitkan dengan keberlanjutan. Kendati demikian, pada dasarnya kolaborasi seni adalah upaya kreatif bersama dimana beragam talenta bersatu untuk menghasilkan karya seni.
“Dan ketika dikaitkan dengan keberlanjutan, ia memperoleh makna yang lebih dalam untuk kehidupan yang sadar,” ujarnya.
Adapun acara lomba berlangsung meriah karena dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, Kepala Bidang pendidikan Mochamad Sofyan, Ketua Yayasan Alfa Omega Elijah Soetopo dan para kepala sekolah, guru serta orang tua pendamping siswa dalam Lomba. (arfin tompodung)





