Manado, MKS
Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan sampai ke Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Stela Runtuwene. Keluhan itu ditampung saat srikandi Gedung Cengkih ini turun reses. Problem air bersih hingga BPJS Kesehatan jadi persoalan di sejumlah titik yang ia datangi.
Adapun Stela Runtuwene melaksanakan reses di Desa Wuwuk, Rumoong Bawah, Kawangkoan Bawah dan mendatangi gereja yang umatnya berasal dari berbagai desa kelurahan di Kabupaten Minsel. “Reses titik pertama di Wuwuk, kedua di gereja itu ada masyarakat dari Uwuran Dua dan berbagai kelurahan di situ, ketiga Rumoong Bawah, keempat di Kawangkoan Bawah,” ungkap Stela, Senin (8/9/2025), di kantor DPRD Sulut.
Ia menjelaskan, rata-rata masyarakat meminta pemerintah untuk membantu dari segi bibit dan ternak seperti ayam atau bebek. Selain itu ada yang meminta bantuan traktor untuk mengolah lahan pertanian. “Kemudian meminta traktor. Kalau bibit, rata-rata meminta benih jagung agar pemerintah memberikan itu,” katanya.
Masyarakat juga banyak yang meminta adanya sumur bor untuk air bersih. Hal itu karena ada juga yang kesusahan air bersih di titik yang dirinya turun reses. “Banyak juga yang minta sumur bor karena banyak yang kesusahan air juga, air bersih, itu di Desa Wuwuk dan Desa Rumoong Bawah. Selan itu mereka minta perbaikan untuk naik talud bagi SMA Negeri yang ada di Desa Wuwuk karena rawan longsor,” ucapnya.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan soal BPJS Kesehatan yang obatnya tidak diklaim dari BPJS namun harus mengambil di luar. Stela berpendapat, walaupun obat diambil di luar rumah sakit namun harus ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Masalah kesehatan banyak masyarakat mengeluh BPJS mereka bayar tapi di saat perawatan banyak di antara mereka disuruh tebus obatnya di luar. Mereka keluhkan kenapa mereka bayar BPJS tapi harus ambil obat dibilang tidak ada, kosong dan harus tebus di luar. Walaupun di ambil di luar tapi pihak rumah sakit harus ganti. Kan sekarang BPJS itu pemerintah juga bayar, selain kita bayar ke BPJS, otomatis rumah sakit itu BPJS yang akan bayar include semua perawatan hingga obat, tapi kalau obat itu harus ditebus di luar bagaimana coba,” tegasnya seraya menyorot masalah pasien yang masih sakit namun sudah disuruh pulang oleh pihak rumah sakit.
Wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa Tenggara dan Minsel ini mengatakan akan mengajukan masalah-masalah yang diterimanya saat reses ke dinas terkait. Lebih khususnya persoalan kesehatan, dirinya akan mengonsultasikan persoalan itu ke pemerintah pusa.
“Tekait BPJS saya akan konsultasikan itu ke kementerian seperti apa dia punya mekanisme apabila pasien itu dirawat di rumah sakit kenapa disuruh pulang sementara pasien itu masih sakit,” ujarnya.





