Manado, MKS
Sekitar 1.500 buruh mengikuti kegiatan peringatan hari buruh internasional atau Maya Day, Senin (4/5/2026), di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado. Dalam peringatan kali ini, tak hanya berorasi tentang isu ketenagakerjaan melainkan pula turut menghadirkan sejumlah aksi sosial.
Dalam peringatan hari buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2026 ini, para peserta di Manado terlibat dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan panitia. Selain itu, ada pasar murah dan pembagian paket sembako guna meringankan beban ekonomi masyarakat.
Ketua Panitia, Lucky Sanger menyampaikan, sekitar 1.500 buruh dari enam konfederasi besar di Sulut turun ke jalan untuk memeriahkan agenda ini. Menurutnya, May Day harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.
”Ini adalah momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan buruh dalam memperoleh hak-haknya. Tantangan ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks, sehingga perlu kolaborasi erat antara pekerja, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Lucky.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Tommy Sampelan, turut menyoroti sejumlah isu ketenagakerjaan, khususnya nasib pekerja tambang rakyat di Sulawesi Utara (Sulut). Pekerja tambang rakyat memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Maka dari itu menekankan pentingnya jaminan dan perlindungan dari pemerintah bagi para pekerja di sektor tersebut. “Pekerja tambang rakyat memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi daerah, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak,” tuturnya.
Hadir dalam kegiatan peringatan hari buruh Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Peringatan May Day yang berlangsung aman dan kondusif. (arfin tompodung)





