Manado, MKS
Jelang hari raya keberadaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram mulai langka di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Seska Budiman, buka suara. Terutama menyorot pedagang nakal yang sengaja menaikkan harga.
“Memang kelangkaan elpiji 3 kg sudah sangat meresahkan masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah para pelaku usaha mikro, rumah tangga, petani serta nelayan,” ungkap Seska yang juga Anggota Komisi II DPRD Sulut bidang ekonomi dan keuangan, Senin (9/3/2026).
Lanjutnya, dengan terjadinya kelangkaan ini, ada pedagang nakal yang sengaja menaikkan harga. Di lapangan, harga sudah mencapai kisaran Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per tabung 3 kg. Harga tersebut naik berlipat-lipat dari harga eceran tertinggi yang hanya Rp18 ribu dari pangkalan ke konsumen.
Wakil rakyat daerah pemilihan BMR ini menjelaskan, dirinya telah mempertanyakan masalah tersebut ke Biro Perekonomian Provinsi Sulut. Kabarnya untuk tahun 2026 terjadi penurunan kuota LPG 3 kg dari pemerintah pusat untuk Provinsi Sulut.
Komisi II bersama Biro Perekonomian
juga sudah sempat menyambangi Pertamina Patra Niaga untuk meminta penambahan kuota. Hanya saja hingga awal tahun 2026 bahkan sampai puasa menuju lebaran penambahan kuota belum terpenuhi.
Ketua Fraksi Partai Nasdem ini meminta
pemerintah daerah se Bolmong Raya agar menyosialisasikan kepada masyarakat terutama yang berpenghasilan menengah ke atas untuk mengalihkan penggunaan LPG 3 kg ke LPG non subsidi.
“Solusi terbaik saya, masyarakat menengah ke atas agar menggunakan LPG non subsidi sehingga pendistribusian elpigi subsidi bisa tepat sasaran,” tuturnya. (arfin)





