Sunday, February 15, 2026
spot_img
HomePolitikKomisi I 'Kuliti' Program Anggaran di Dinas PMD Sulut

Komisi I ‘Kuliti’ Program Anggaran di Dinas PMD Sulut

Manado, MKS

Program dan anggaran di tubuh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) ‘dikuliti’ Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Ragam pertanyaan dilontarkan para personil dewan yang duduk di komisi bidang politik, pemerintahan, hukum dan hak asasi manusia ini.

Di antaranya datang dari anggota komisi I Eugenie Mantiri. Ia mempertanyakan terkait program teknologi tepat guna yang dicantumkan dalam program dan anggaran dari pihak Dinas PMD Sulut. Mantiri menyorot terkait dengan jawaban dari pihak dinas tentang adanya keterbatasan anggaran sehingga program yang akan mereka lakukan menyangkut teknologi tepat guna ialah bantuan alat pembuat kripik. Sehingga ia mengkritisi program tersebut dinilai hanya biasa saja karena banyak orang bisa membuat kripik.

“Kalau hanya kripik banyak orang juga bisa,” kata Mantiri, Senin (19/1/2026), saat RDP di ruang rapat komisi I.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulut, Rhesa Waworuntu mempertanyakan terkait apakah ada dana hibah pada Tahun 2025 kepada karang taruna dan berapa banyak dana yang diberikan. Selain itu mempertanyakan apabila ada hibah juga di tahun 2026, kegiatannya seperti apa.

“Ada sub kegiatan menyangkut dengan karang taruna. Tahun 2025 berapa banyak dana hibah dan seperti apa kegiatannya. Dan jalau ada kegiatan di 2026 apa kegiatannya,” kata Waworuntu.

Kepala Dinas PMD Sulut, Darwin Muksin mengatakan, bantuan alat ini sebenarnya tak hanya membuat kripik dari pisang. Namun apa saja yang bisa dibuat kripik. Seperti sayur yang ada di Modoinding itu bagaimana itu bisa diolah menjadi kripik.

“Jadi yang dimaksud kripik bukan hanya pisang tadi. Mereka kemudian dilatih. Kita tinggal bagaimana menjual produk-produk mereka, itu yang menjadi kegiatan PKK. Sehingga memberdayakan mereka jadi enterpreneur,” ujarnya.

Sementara untuk hibah ke karang taruna pada tahun 2025 tidak ada. Begitu juga dengan tahun 2026.

“Tahun kemarin kita tidak ada anggaran dan tahun ini juga kita tidak menganggarkan hibah kegiatan karang taruna,” ungkapnya. (arfin tompodung)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments