Saturday, January 17, 2026
spot_img
HomeManadoSulut Marak Peristiwa Kebakaran Dalam Sepekan

Sulut Marak Peristiwa Kebakaran Dalam Sepekan

Manado, MKS

Tak berselang lama setelah Panti Werda Damai Manado dilalap api yang menewaskan 16 orang, daerah Sulawesi Utara (Sulut) mengalami rentetan peristiwa kebakaran. Deretan musibah yang dipicu ‘Si Jago Merah’ terjadi dalam sepekan.

Sebelumnya pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 20.36 Wita, sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Panti Werda Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado. Kobaran api saat itu berhasil dipadamkan oleh tiga unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkot Manado pada pukul 21.30 Wita. Polisi yang mendapat laporan kebakaran langsung bertindak cepat mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran.

“Personel Polsek Tikala bersama Satuan Samapta Polresta Manado segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara guna mencegah gangguan keamanan,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan.

Tiga hari berlalu, kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, pada malam pergantian tahun. Kebakaran diperkirakan terjadi sejak Rabu (31/12/2025) pukul 22.40 Wita yang mengakibatkan sejumlah bangunan SD GMIM 1 Aertembaga mengalami kerusakan parah. Ruangan kelas sementara sekolah itu hangus terbakar serta 1 Unit Rumah dinas Guru SD GMIM ikut terbakar.

Selain itu, SMP Kristen Aertembaga turut terdampak. Ruangan perpustakaan dan beberapa ruang kelas mengalami kerusakan akibat kebakaran. Ruangan Pastori Gereja Imanuel Aertembaga juga dilaporkan terkena dampak dari peristiwa tersebut.

“Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” kata Kasie Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai.

Pada Jumat (2/1/2026), warga Sulut juga dihebohkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Tomohon. Api saat itu menghanguskan Gereja Katolik Santa Maria Pinaras.

Di hari yang sama pada Jumat (2/1/2026) api juga melalap bagian teras rumah jabatan Bupati Kepulauan Sangihe. Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Sangihe sangihekab.go.id,  berdasarkan informasi awal, sumber kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada instalasi listrik di teras rumah jabatan. Api dengan cepat menjalar karena sebagian material bangunan teras terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai kurang lebih Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), meliputi kerusakan bangunan teras, serta sarana dan prasarana berupa meja, kursi, dan peralatan sound system. (arfin tompodung)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments