Manado, MKS
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Louis Schramm, mengkritisi eksistensi dan kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut yang dinilainya masih perlu ditingkatkan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Senin (2/11/2026), Louis secara khusus menyoroti kurangnya aktivitas dan eksistensi perpustakaan di daerah.
Ia bahkan menggambarkan kondisi perpustakaan Sulut seperti “mati segan, hidup pun tak mau”.
Menurutnya, perpustakaan seharusnya menjadi salah satu pusat pengembangan pengetahuan dan literasi masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah konkret agar keberadaannya semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat.
Louis juga mengungkapkan pengalamannya ketika melakukan kunjungan ke Perpustakaan Nasional. Dalam kesempatan tersebut, salah satu deputi Perpusnas disebut menawarkan dukungan berupa kebutuhan buku untuk Sulawesi Utara.
Namun, peluang tersebut menurutnya tidak akan memberikan hasil apabila Dinas Perpustakaan tidak proaktif menyampaikan kebutuhan yang diperlukan.
Ia menegaskan, dukungan dari pemerintah pusat dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koleksi buku dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan daerah.
“Kalau ada kebutuhan buku-buku di Sulawesi Utara, sampaikan. Mereka berterima kasih, tetapi kalau kita sendiri tidak menyampaikan kebutuhan, bagaimana bisa disetujui,” ungkap Louis.
Ia berharap Dinas Perpustakaan lebih aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan menyusun daftar kebutuhan secara konkret.
Dengan demikian, berbagai peluang dukungan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan perpustakaan serta meningkatkan budaya literasi masyarakat Sulawesi Utara. (arfin tompodung)





