Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) daerah pemilihan (dapil) Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Mitra) melaksanakan reses II tahun 2026. Pelaksanaan reses ini berlangsung mulai tanggal 1 hingga 4 Agustus Tahun 2026.
Adapun Wakil Ketua DPRD Sulut Michaela Elsiana Paruntu (MEP) dari Fraksi Partai Golkar melakukan reses di SMA Negeri 1 Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan. Upaya ini untuk mendengar langsung suara para siswa, guru dan seluruh civitas sekolah. Bagi Paruntu, setiap aspirasi yang disampaikan bukan sekadar usulan tetapi harapan yang harus diperjuangkan. Dalam kesempatan itu para siswa menyampaikan keinginan agar tersedia program beasiswa bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk meraih pendidikan yang layak dan menggapai cita-cita.

Pihak sekolah juga menyampaikan kepada MEP tentang kebutuhan akan bantuan peralatan praktik, rehabilitasi ruang kelas, serta berharap adanya perhatian terhadap kejelasan status guru-guru Non ASN yang selama ini mengabdi dengan penuh dedikasi mendidik generasi penerus bangsa.
Bagi MEP, pendidikan bukan hanya tentang bangunan sekolah atau fasilitas belajar. Pendidikan adalah tentang menghadirkan harapan, membuka kesempatan, dan mempersiapkan generasi yang kelak akan memimpin Sulawesi Utara.

Kehadiran beliau pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka melihat konsistensi MEP dalam memperjuangkan dunia pendidikan sebagai wujud kepedulian yang lahir dari hati. Sebab, membangun daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Selanjutnya Wakil Ketua DPRD Sulut, Stela Marlina Runtuwene melaksanakan kegiatan Masa Reses Il Tahun 2026 di Desa Tumpaan Dua, Kecamatan Tumpaan. Stela Marlina Runtuwene menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban
setiap anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi serta menghimpun usulan pembangunan sebagai bahan pembahasan di DPRD Provinsi Sulut. Dalam kesempatan itu masyarakat menyampaikan aspirasi berkaitan dengan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kemudian Anggota DPRD Sulut Remly Kandoli dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan melaksanakan reses di Kelurahan Tosuraya Barat, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Masyarakat berterima kasih karena anggota dewan ini boleh mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pricylia Elviera Rondo, menggelar reses di Desa Tumpaan, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sabtu (1/8/2026). Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh keterbukaan, warga menyampaikan beragam usulan terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan Pricylia Rondo dalam pembahasan program dan anggaran di DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada masa persidangan ketiga tahun 2026. Pricylia Rondo menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk memastikan suara masyarakat benar-benar terserap dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

“Reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan perjuangkan agar dapat diwujudkan melalui program pembangunan daerah,” ujarnya.

Anggota DPRD Sulut Eldo Wongkar saat melaksanakan reses menerima sejumlah aspirasi di antaranya di Desa Tumpaan Satu masyarakat keluhkan jalan raya kantor Kecamatan Tumpaan sampai dengan saat ini kawangkoan Tumpaan, belum dibangun akibat terbakar. Selanjutnya akses jalan lingkar Desa Tumpaan dan Tumpaan Dua
Tumpaan Dua belum memadai. Di Tumpaan sering terjadi banjir air pasang laut. (Advertorial)





