Manado, MKS
Aspirasi masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terkait maraknya pengeboman ikan ditindaklanjuti Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Angel Wenas. Legislator daerah pemilihan Bolaang Mongondow Raya ini meneruskan keluhan tersebut ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulut yang berharap adanya perhatian serius.
Dorongan itu disampaikan Angel saat rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025, Senin (13/4/2026), di ruang rapat paripurna DPRD Sulut. Ia mengatakan, saat ini masih ditemukan kendala dalam pengawasan dan pemberian sanksi kepada pelaku pelanggaran perikanan. Seperti yang dirinya temukan saat melakukan penjaringan aspirasi di masa reses Desember tahun 2025.
“Di Bolmut saat saya reses Desember tahun lalu khususnya di seputaran Tanjung Sidupa. Masih marak terjadi pengeboman ikan dan ini yang menjadi keluhan nelayan lokal,” ungkap Wenas.
Menurutnya, hal ini dapat berdampak pada kerusakan ekosistem laut. Selain itu, mengancam mata pencaharian nelayan lokal.
“Dan diduga pelaku-pelaku ini berasal dari wilayah tetangga. Ketika saya berkoordinasi dengan pihak terkait di Bolmut, aparat kepolisian di sana terhambat dengan kurangnya fasilitas yang mereka miliki,” ujarnya.
Srikandi Gedung Cengkih ini merasa kasihan dengan nelayan yang ada di sana kalau harus kehilangan mata pencaharian. Sementara menurutnya, hanya itu yang menjadi mata pencaharian masyarakat yang ada di sana.
“Mungkin ini juga bisa jadi atensi bagi dinas kelautan dan perikanan karena ini menjadi permasalahan serius yang dihadapi nelayan di Bolmut saya pikir ini bukan hanya terjadi di Bolmut tapi juga di daerah-daerah lain di Sulawesi Utara,” ucapnya. (arfin tompodung)





